Sori baru dipost sekarang… setelah berusaha mengingat-ingat ulang… dan sempat nggak bisa konek ke internet… Uguu~
Kamis, 20 Maret 2008… bertepatan dengan 12 Rabiul Awwal 1429 Hijriah, Maifi mengadakan rihlah… yang dimaksudkan untuk mempererat ukhuwah antarangkatan… antara alumni dan anggota Maifi yang masih aktif saat ini. Tujuan rihlah… sebagaimana tercantum dalam pamflet: Curug Cimahi. Waktu kumpul: 06.30. Lokasi kumpul: Lorong Fisika. Barang-barang yang harus dibawa: makan siang, uang Rp. 10.000, dan peralatan shalat. Oke… itu resminya…
Mari melanjutkan cerita ke dalam dunia nyata… Hmm, setidaknya dari sudut pandangku saja deh… Bukan bermaksud apa-apa, tapi agak rumit kalau menceritakan dengan sudut pandang orang lain.
Pagi2… di kediamanku di daerah Sukaraja II, kamarku sudah sedikit ‘pecah’ dengan persiapanku mengikuti rihlah… Semangat tinggi bo… Udah lama nggak rihlah dan memang perlu sedikit penyegaran… Jadi bener-bener semangat buat ikutan rihlah hahaha… Tanpa terasa, jam di dinding sudah menunjukkan pukul 06:00… “Wah, terlambat nih… Sampai kampus paling 06.30 lewat,” pikirku. Akhirnya, berangkat ke kampus dengan perasaan waswas… sembari berharap masih ada orang yang menunggu… khawatir bahwa aku sudah terlambat sedemikian rupa…
Sesampainya di kampus… jam 06.35… aku langsung memarkir sepeda di tempat biasa… dan heran… karena di tempat kumpul MASIH SEPI!!! :OOOOOOOOOO … Aku hanya melihat Kamil, FI 03… yang memang menginap di lab malam Kamis… Aku sempat bertanya kepada Kamil mengenai kehadiran yang lain, dan beliau (o.Oa) hanya menjawab, “Ah, biasa… Kan pada pake manajemen afwan akhi.” Heu, rupanya manajemen itu belum bisa dihilangkan dari kehidupan ini.
Lalu, aku pun menunggu beberapa lama hingga datanglah wajah-wajah yang kukenal. Well, masih belum berangkat sih… karena menunggu orang-orang yang berencana untuk ikut hadir… Setelah beberapa lama… bingung juga… karena hanya aku IKHWAN 2004 yang ikut… Mas Muizz sempat bertanya kepadaku, “Mana 2004 yang lain…” dan aku tidak bisa menjawab apa-apa karena memang tidak tahu siapa saja yang berencana ikut… Lalu aku pun mulai mencoba mengirim SMS dan menelepon beberapa orang yang mungkin berencana ikut… Hasilnya: Anto membalas sms: nggak bisa ikut karena ke Jakarta, Hadi: ditelepon dan menjawab nggak bisa ikut… tampak tidak sehat…, Ryan: nomor yang Anda hubungi sedang tidak aktif atau berada di luar service area, Tri: silahkan tinggalkan pesan Anda… bip… MAILBOX T_T, Candra: tuuut… tuuut… tuuut… tuuut… nggak diangkat. Saat hendak mencoba menghubungi 2004 yang lain seperti Bebeh, Iqbal, Imran, Yuda, dsb… aku berpikir… “Ah, tampaknya memang pada nggak niat ikut.” Lalu aku pun membatalkan niat menghubungi mereka… terlebih sudah habis pulsa cukup banyak pagi itu T_T.
Lalu kami pun melakukan apel singkat, membuka secara ‘resmi’ rihlah Maifi. Kalo nggak salah ingat… apelnya itu jam 8 lewat dikit… terlambat 90 menit dari jadwal kumpul semula… Lalu kami pun berjalan ke arah parkir sipil… dan lagi-lagi tertunda karena ada yang masih menghubungi rekannya untuk konfirmasi keikutsertaan… dan sempat nyaris terkena serangan udara di lapangan parkir hahaha.
Peserta rihlah Maifi:
Ikhwan: Mas Muizz (S1 2001, S2 2006), Kang Farid (2002), Kang Harry (2002), Kang Johan (2002), Kang Marshandy (2002), Kang Arief (2002), Kang Kamil (2003), Kang Zamzam (2003), Natsir (2004), Aditia Zulfikar (2005), Thomas Alfa (2005), Ady Iswanto (2005), Oding Aminuddin (2005), Fadli (2006), Salim (2006), Fandi (2006), Deden (2006)
Akhwat: Teh Rida (2002), Tiin (2004), Rini (2004), Ardita (2005), Sabriani (2005), Nuri (2005)
Kami pun baru berangkat jam 9 kurang dari ITB… dengan menggunakan angkot Cicaheum – Ledeng, lalu dilanjutkan dengan Ledeng – Cisarua/Parongpong. Kami sampai di Parongpong sekitar jam 9.20… kalau nggak salah
. Di sana kami berhenti lagi… karena ada beberapa orang yang tidak membawa bekal makan siang. Kami pun baru berkumpul untuk berangkat lagi ke tujuan setelah waktu menunjukkan jam 10 kurang 20… dan ternyata… tujuan kami… BUKAN CURUG CIMAHI!!! melainkan curug yang ada di kawasan CIC (euh lupa apa kepanjangannya… tapi bisa diakses melalui Vila Bunga).
Oke, kami pun berjalan ke arah tempat outbond CIC dengan berjalan kaki… di perjalanan… agak bingung juga mau ngobrol tentang apa… tampak lagi kehabisan topik hehehe. Akhirnya aku pun melihat-lihat keindahan alam di sekitar vila bunga… Yah, ada beberapa bunga yang menarik untuk dilihat… sempat mengambil fotonya, tapi entah apakah hasilnya bagus atau tidak… Yah, kameraku hanya kamera HP hehehe.
Anyway, perjalanan berlanjut ke daerah outbond CIC. Setelah meminjam alas untuk duduk, kami pun berjalan melalui medan yang lumayan susah… Di bagian bawah daerah outbond kami masih bisa melihat orang-orang yang bermain flying fox… Hmm, sempat penasaran juga pengen nyoba hehehe. Tapi tujuan utama kami bukanlah bermain flying fox… tapi ke curug… jadi nggak berhenti di situ.
Perjalanan masih terus berlanjut walaupun sempat terhenti karena ada 2006 yang ‘nyebur’ sungai, entah karena meleng atau apa. Setelah kejadian itu kami melanjutkan langkah yang sempat terhenti… dan rupanya semakin sedikit orang yang terlihat… Sampai di satu lokasi, kami harus berhenti karena ada salah seorang akhwat yang memang kondisinya tidak terlalu fit tampak sudah kelelahan. Di tempat itu, kami memutuskan sebagian berhenti dan kembali sementara sebagian lainnya melanjutkan ke curug.
Jam sudah menunjuk ke angka 11 ketika kami melanjutkan ke curug… dan tampak akan telat dari rencana semula kembali jam 11.30. Jalan yang harus dilalui semakin sulit… dan semakin licin… tapi nggak beberapa lama kemudian, kami sampai pada satu curug yang agak kecil… dan ternyata… Kang Farid berkata, “Kita sampai sini saja.” Wew, nggak lanjut ke curug yang atasnya… dan cuma sampai di curug kecil itu… Mungkin kalau ke atas akan terlalu jauh dan memakan waktu lebih lama lagi… tapi nggak apa-apa… curug kecil itu cukup deras…
Salah seorang 2006 pun mandi di curug (won’t say his name hahaha)… hahaha… beliau tampak sangat senang bisa mandi di curug… airnya segar memang… Pengen ikutan juga namun sayangnya nggak bawa pakaian ganti dan agak malas bila pulang dengan pakaian basah… ntar masuk angin lagi…
. Setelah beberapa lama Kang Farid sebagai ketua panitia memutuskan untuk kembali bergabung dengan teman-teman yang istirahat. Kami pun berjalan menyusuri jalan yang sebelumnya kami lalui walaupun sempat melalui rute yang sedikit berbeda demi memudahkan perjalanan (bedanya nggak banyak kok hehehe).
Setelah kami bergabung dengan teman-teman yang kelelahan, kami pun mencari tempat untuk makan siang dan kami memilih satu lokasi yang cukup luas untuk makan siang. As usual, aku… mencil… (tampak udah jadi kebiasaan kalo ada acara rihlah atau semacamnya aku memisahkan diri saat makan… Euh, harus diubah nih kebiasaan – Do I always feel this lonely?). Akhirnya, kami makan siang sekitar 30 menit (atau kurang yah? hmmm).
Setelah itu, acara dilanjutkan dengan perkenalan masing-masing yang hadir… berhubung nggak semuanya kenal satu sama lain, terutama angkatan 2006 dengan angkatan 2002 dan 2001. Lalu acara pun dilanjutkan dengan penjelasan sedikit mengenai kondisi Maifi saat ini serta apa yang akan Maifi kerjakan selama kepengurusan saat ini. Selain itu, dijelaskan pula follow up rihlah Maifi supaya kegiatan tidak hanya berhenti di sini saja, melainkan bisa berkesinambungan.
Setelah ketua Maifi saat ini, Thomas Alfa Edison, memberikan penjelasan selama sekitar 15 menit, kami pun bersiap untuk kembali ke arah kampus, dengan iringan langit yang semakin mendung serta gemuruh yang terdengar di bagian atas CIC. Kami pun turun ke arah Parongpong lagi dan menaiki angkutan umum ke arah Ledeng dan di jalan… kami bertemu dengan salah seorang angkatan 2005 yang berencana ikut rihlah namun berangkat belakangan… yang sayangnya karena informasi yang diberikan adalah Curug Cimahi, bukan CIC, beliau menunggu sejak pagi di Curug Cimahi…
.
Sesampainya di daerah Ledeng, rihlah Maifi 2008 dapat dikatakan telah usai. Seluruh personel yang mengikuti rihlah pun kembali ke rumah masing-masing. Ada yang naik angkot ke rumahnya, langsung dari Ledeng, ada yang kembali ke daerah kampus dan sekitarnya (termasuk diriku, yang meninggalkan sepeda di kampus dan memang masih ada janji siang itu di kampus hahaha).
Rihlah Maifi 2008 memang menyenangkan, ada kesan tersendiri, tapi bagiku, tampaknya akan lebih berkesan bila ada teman-teman ikhwan seangkatan, yang ngocol, rame, dsb. Semoga di lain waktu pada bisa ikut, walaupun statusnya sudah bukan mahasiswa lagi, tapi alumni hehehe (jadi seperti akang-akang 2001-2002 yang ikutan gitu… ganti
).
Hmm, ceritanya tampaknya segitu dulu… panjang banget nih… Beberapa kisah kecil yang ada di rihlah memang sengaja dipotong, seperti seseorang yang ‘nyebur’ ke sungai, dsb. Beberapa hikmah yang bisa diambil dari rihlah ini tampaknya akan kutuliskan di post berikutnya. Oya, CMIIW (correct me if i’m wrong) okay ^_^ .

duuu.. maaf ga bisa ikut..
abisnya bentrok dengan jadwal sih..
adain rihlah 04 aja gmana??