Feeds:
Posts
Comments

Suka? Cinta? Sayang?

Barusan, sekitar setengah jam lalu, gw iseng, liat invitation di facebook. Salah seorang temen meng-invite gw untuk ikut kuis. Iseng-iseng aja sih. Judulnya, yang sama dengan judul tulisan ini, gak bikin penasaran. Banyak kuis serupa tapi tak sama. Having fun aja lah, pikirku. Entah bagaimana, setelah ikutan kuisnya gw merasakan sesuatu.

Lantas, gw iseng tanya ke salah seorang teman yang online di YM (untuk sementara tidak akan diberitahukan namanya, kecuali yang bersangkutan mengizinkan hehehe), “nanya, urutkan dengan grade dari yang terendah sampai tertinggi: suka, cinta, dan sayang…” Well, temen gw sempet komentar, “tergantung definisi terendah dan tertinggi :P ” dan gw jawab, “yang umum aja deh :P ” entah umum yang seperti apa.

Temen gw pun menjawab, “suka – sayang – cinta” dan menuliskan lagi:

“ketika saya sayang akan sesuatu…. saya nggak akan peduli bagaimana perasaan dunia terhadap sesuatu itu…
beda dengan cinta… di situ ada dedikasi. posesif… hitorijime… satu tingkat lebih tinggi dari sekedar sayang”

Gw pun menerawang dan bertanya pada diri gw sendiri… “Kapan ya gw diberi kesempatan untuk mencintai?” Hihihi, umur gw udah 23… target gw nikah umur 25… dan calon masih belum ada. Udah nggak terlalu lama hehehe.

Oh well, daripada gw bersedih hati karena gw belum punya kesempatan untuk mencintai, mending gw jalani hidup ini dengan lebih semangat lagi :D . Siapa tau ada hal yang bisa gw peroleh untuk belajar mencintai. Siapa tau juga gw dapet calon wkwkwkwk.

Terngiang salah satu lagu /rif, “Semua karena cinta, ku bertahan; semua karena cinta, ku berjalan.” Let’s smile and seize our days :D

(S)aya kembali ~\(^_^)/~

(S)etelah cukup lama absen menulis, (s)atu kata yang ingin kuungkapkan: “Hai” atau versi animeBSD “O haiz” atau versi DailyWhatever “Hahaha. Hihihi. Menggelikan.” Yosh, memulai kembali ke-nggaknyambung-an dalam menulis, keacakan dalam menyampaikan ide, memunculkan harapan (s)emoga ada lompatan-lompatan besar dalam hidup :D .

(S)ingkatnya, cukup (s)enang saat bisa menulis kembali di sini. Cukup lama menghilang karena bermain di kawah candradimuka, dan kebetulan mainnya akan terus dilanjutkan (s)ampai waktu yang belum akan ditentukan :P . Tapi (s)aat ini, mencoba terbang kembali, mengendarai angin (s)embari mendengarkan lagu Masahiro Inoue di penghujung penayangan Kamen Rider Decade :D .

(S)angat bahagia… (s)ampai-sampai nggak tahu harus menuliskan apa lagi :P . Udah dulu ah, ntar lanjut lagi dengan tulisan yang lain hehehe. Btw, mulai dapet kerjaan nih… udah ada kontrak kerjanya. Mulai (S)elasa depan dan (s)ekarang (s)udah mulai (s)iap-siap :D .

(S)elamat menunaikan ibadah (s)haum Ramadhan. (S)emoga diri kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi :D . Tetap (s)emangat dan (s)emoga (s)ukses. (S)alam!

Merdeka!

“Merdeka!!!” satu kata yang sering diucapkan oleh bangsa Indonesia, entah itu untuk memperingati kemerdekaan atau membangkitkan semangat diri sendiri dan orang lain. Bagiku, kata “merdeka” ini cukup menarik. Coba ucapkan dengan lantang “MERDEKA!!!”, Anda akan mendapatkan suatu spirit yang luar biasa. Lain halnya bila kata merdeka ini diganti dengan padanan katanya dari bahasa lain… Spirit itu entah bagaimana… hilang.

Anyway, hari ini, 17 Agustus 2009, bangsa Indonesia memperingati hari kemerdekaannya yang ke-64. Umur yang bisa dikatakan cukup muda untuk sebuah negara, tetapi cukup tua untuk sebuah negara yang merebut kemerdekaan setelah sekian lama dijajah bila dibandingkan dengan negara lain yang mengalami penjajahan.

Bahagia? Tentu sebagai seorang warga negara Indonesia, ada perasaan bahagia. Namun, banyak juga perasaan sedihnya. Entah mengapa, diriku merasa negara ini masih belum merdeka dalam banyak hal. Hanya feeling, tapi mungkin banyak juga yang merasakan demikian. Apa yang mendasari feeling tersebut sudah banyak menjadi pembicaraan hehehe.

Selamat bagi rakyat Indonesia yang sedang memperingati hari kemerdekaannya. Semoga kita semua bisa membangun negara ini menjadi negara yang lebih baik :) .

Dinamis dan Statis

Tulisan pertama bulan ini… Nggak di Bandung tapi di Srengat, Blitar.

Hidup ini penuh dinamika…. Ada kalanya kita merasa senang setelah mendapatkan sesuatu, namun ada kalanya pula kita merasa sedih saat mendapatkan sesuatu. Ada rasa marah, ada rasa bahagia. Ada rasa cinta, ada rasa benci… Semua berlangsung begitu dinamis.

Tetapi, terkadang kita juga perlu hal-hal yang statis dalam hidup. Hal-hal seperti inilah yang membuat kita merasakan dari mana asal kita, di mana kita tumbuh, dan membangkitkan kenangan lama untuk memberi semangat baru.

Satu contoh, saat saya datang ke rumah nenek di Srengat, saya mendapatkan suatu perasaan yang sangat indah. “Ah, rumah ini masih seperti dulu,” kira-kira begitu perasaan yang muncul walau nggak bisa digambarkan dengan tepat. Ada perasaan bahagia mengingat masa kecil, mengingat hal-hal yang ada di sini, yang nggak bisa didapatkan saat diriku berada di Bandung. How nostalgic.

Life’s so dynamic, yet sometimes we need static things.

Why Drizzt?

Hohoho, mau sedikit ngasih komentar tentang Drizzt Do’Urden, satu karakter protagonis di serial Forgotten Realms. Awas spoiler abis buat yang belum pernah baca serialnya Drizzt :P . I’ve warned you.

Continue Reading »

Bangkit Genshiken-ku!

Sebuah tulisan kepedulian, terhadap unit kegiatan mahasiswa yang sangat kucintai.

Genap setahun, berakhirnya masa kepengurusanku, 2007-2008. Banyak sekali ingatan yang tersisa, seolah-olah baru saja kemarin terjadi. Satu periode kepengurusan, 2008-2009, pun akan berakhir sebentar lagi. Dalam selang waktu setahun ini, muncul banyak pertanyaan, khususnya untuk diriku sendiri.

  1. Apa yang sudah kuperbuat bagi unit yang sangat kucintai ini?
  2. Apa yang sudah kulakukan untuk mencapai visi dan misinya?
  3. Apa yang sudah kulakukan untuk mempererat ikatan persaudaraan antar anggotanya?
  4. Apa karya yang sudah kuhasilkan dalam periode setahun belakangan?
  5. Apa kesan baik yang sudah kuberikan? Baik kepada sesama anggota unit maupun unit-unit tetangga sekretariat?
  6. Bagaimana hubungan Genshiken terhadap dosen pembimbing, terhadap alumni, terhadap anggota baru?
  7. Apa saja sumbangsih yang sudah kuberikan kepada masyarakat melalui Genshiken?
  8. dan masih banyak lagi pertanyaan yang muncul, yang tak bisa kutuliskan satu per satu.

Bagaimana dengan Anda, kawan-kawanku staf/anggota/alumni Genshiken yang kebetulan membaca tulisan ini? Masihkah Anda peduli dan cinta kepada unit kegiatan mahasiswa yang sedang/pernah Anda ikuti?

Mari bersama membangun Genshiken menjadi unit yang lebih baik, yang bisa memberikan manfaat bagi masyarakat umum melalui karya-karyanya. Tidak hanya dengan kata-kata, tetapi dengan perbuatan nyata! Bangkit Genshiken-ku!!!

« Newer Posts - Older Posts »